FriendShip

My words, my feeling, my memories, my experiences. Mostly, this is me..................................................... Yusuf Y. Bayu Seta Personal Journey..

Friday, August 8, 2008

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?


APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah Nyata)


Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?

Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah

universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan

pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".


Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan

semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.


Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan

menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip

kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa

berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."


Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor

tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa

sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.


Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya


bertanya sesuatu?"


"Tentu saja," jawab si Profesor


Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"


"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah


sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.




Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan

panas suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel

menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita

menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.



Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"


Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."



Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga

tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa

kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk

memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai

panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap.



Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.


Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."


Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"



Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah

kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak

perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara

tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."


Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda

salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.

Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia

untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan

kajahatan.


Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.


Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."


Profesor itu terdiam.



Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.



dari sumber terpercaya